Ingin sukses. Berarti harus punya mimpi. Bukankah itu yang sering dikatakan orng-orang sukses dalam karir hidupnya. Setidaknya lagu yang diusung nidji untuk soundtrack laskar pelang,juga melukiskan mimpi. Mimpi sebagai modal meraih kesuksesan menaklukan dunia. Begini liriknya kalau saya tidak salah,”Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia…” Dan itu memperjelas bahwa tiap orang wajib punya mimpi biar sukses.
Tapi tidak demikian dengan apa yang saya alami. Sungguhpun saya tidak punya mimpi. Mimpi mungkin erat kaitannya dengan cita-cita. Kalau saya ditanya cita-citanya ingin jadi apa, saya bingung sendiri menjawabnya. Saat yang lain bilang ingin jadi dokter, saya tidak. Karena mahal. Ingin jadi polisi, ogah ah, sering dirasani.
Tapi sejauh ini saya masih bisa—setidaknya—hidup. Bahkan beli bakso dengan takaran sambal yang lumayan mak nyus. Tapi ya gitu. Kurang inisiatif. Tidak punya rencana yang jelas. Satu-satunya yang jelas ialah harus makan bakso minimal sekali sehari. Bukan minimal sehari sekali.
Kalau diajak teman mincing, ya mincing. Diajak main ps, ya main. Diajak futsal, ya ikut. Pokoknya diajak diajak dan diajak. Jarang sekali saya mengajak.
Baiklah. Anggap itu cerita lama. Mulai sekarang, saya ingin berubah. Saya tidak akan melanjutkan hidup ini hanya dengan menanti ajakan dari sesiapapun. Berarti kuncinya hanya satu. Saya harus punya mimpi. Mimpi betul-betul mimpi yang beersumber dari saya.
Tapi kalau jam tidur saya hanya sedikit, otomatis kemungkinan untuk bermimpi juga kecil. Makanya saya harus menguat-nguatkan untuk tidur lebih lama. Demi mendapat mimpi. Dan selanjutnya punya mimpi. Kalau punya mimpi, akan jadi orang sukses. Makanya jangan menghubungi saya pagi-pagi. Sudah pasti saya tidak akan bangun.
0 komen:
Post a Comment