Bukan maksud saya tidak suka pada sikap perempuan yang aneh. Tapi memang begitu adanya. Kemarin saya menulis gini di status facebook. Saya nggak ngeh dengan kemauan perempuan, masa beli tas mahal-mahal, padahal isinya cuma plastik bekas dan sobekan kertas yang digumpal-gumpal. Hwadowww...
Saya heran bukan kepalang. Lama gitu saya menunggu. Mengantarkan seseorang perempuan. Memilah tas di Elizabeth. Hingga akhirnya saya melakukan beberapa kekonyolan. Iseng-iseng mencobai topi yang sedianya dijual untuk perempuan. Saya cuek abis dilirik sama embak-embak yang kerjanya disana.
Malah, mereka saya lempar dengan senyum manis beberapa kali. Dan saya yakin itu membuatnya sedikit sulit tidur malamnya. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah potongan sofa teronggok dipojok bawah tangga. Nah, di situlah saya mbedingkrang melepas pantat merebah. Empuk juga.
Lagi-lagi saya ditanyai, ini sama ini bagus mana? Wah, kayaknya ni orang ngajak berantem di tampat orang jualan. Sudah tau saya ini masih nggak ngeh sama selera mereka, eh masih dimintai pendapat. Ya pastinya kalo diajak carok langsung saya iyakan. Tapi janganlah. Masa kelahi sama perempuan. Kan gak nikmat.
Lalu ada lagi. Ketika saya membuang-buang waktu di dalam kotak sampah yang dinamai televisi. Saya juga anyel melihatnya. Seorang perempuan meloncat dari libomnya. Berlarian di atas mobil orang yang kena macet. Dan dia pake rok yang tak begitu panjang. Cantik pula orangnya. Apa yang terjadi jika dia menginjak mobil Anda?
Untung ini hanya iklan. Sebuah eskrim yang siap meleleh. Namun harganya nggepuk’i. Buat saya sih. Yang ada di pikiran saya, kok bisa ya. Perempuan cantik lari di atas mobil. Apa lagi pakai rok yang panjangnya tak lebih dari sepertiga pahanya. Kenapa tidak lewat trotoar aja. Kata orang kan lebih sopan. Lha wong juga tak ada pekael jualan. Takutnya dia jatuh. Atau…hehe (pikiran kita sama)
Sudahlah. Biarkan perempuan berpolah sesukanya. Gak biasanya saya ngurus tetekbengek perempuan. Tapi kok aneh gitu kalau tak terurus. Oia, bentar lagi tanggal 14. Pebruari lagi. Pasti banyak tingkah yang aneh-aneh lagi.
Saya jadi ingat semasa esema. Saat saya mesih sedikit lugu. Ya gitu deh. Meski jelek-jelek gini saya pernah juga suka perempuan. Dan, bisa pula berbuat sedikit beradab pada perempuan. Biar saya ceritakan saja.
Kejadiannya sama. Maksud saya waktunya. Tanggal-tanggal segini di bulan pebruari. Si perempuan ini sudah menggebu-gebu harus dibalikan coklat. Buat tanggal 14 nanti sih. Apesnya, jangankan beli coklat, uang jajan saja tak pernah saya punya. Harga coklat kala itu setera uang saku saya seminggu. Betapa miskin saya.
Akhirnya dengan muka setebal dinding, saya tak belikan. Biarin. Meski rai gedek ndas teng. Saya cuek bebek. Tapi tidak hanya sampai di situ. Pikiran saya selangkah lebih maju darinya. Setahu saya, bulan berikutnya dia berulang tahun. Nah ini saya harus mempersiapkan segalanya mati-matian. Sesekali berbuat yang benar.
Setibanya di hari h, saya masih belum terentaskan dari kemiskinan. Gaya hidup elit masih saja melekati saya. Ekonomi sulit. Uang yang saya sisihkan masih jauh dari cukup untuk membeli hadiah yang saya anggap pantas. Kalau sudah kepepet, ati karep bondo cupet, jalan pasti kebuka. Walhasil uang spp kena tilep. Jadilah sebuah kado istimewa yang tak terduga. Romantis bukan? Tapi si dia tetap tak boleh tahu kalau ini duit panas. Yang penting heppy.
Nah, ulah apa yang sekiranya Anda bikin tiga hari kedepan. Bikinlah ulah yang unik. Biar nanti bisa menambah file catatan saya. Dan sedikit memberikan cerita konyol. Terutama Anda yang berperempuan tapi tak berduit. Laik saya.
0 komen:
Post a Comment