Mari Bermusik


Mari ngomong yang agak baik. Kalau kemarin saya dicekal, itu lantaran perbuatan saya yang tidak seronok. Kini, saya akan banting setir. Saya akan membicarakan beberapa musik yang belakangan ini setia menemani saya.
Enaknya dimulai dari mana ya. Gini, saya bukan musisi. Saya hanya penikmat beberapa musik. Bukan sefanatik efpei kepada agamanya. Saya tidak tahu apakah ada penyetaraan antara musik dan lagu. Yang jelas, saya suka bunyi-bunyian yang berirama. Cerita ini sebenarnya sudah berjalan lama. Ketika saya masih dungu, dan duduk dibangku esema.
Satiap hari saya belajar. Biar tidak dungu-dungu amat. Nah, ketika saya belajar, saya sambil mendengarkan radio. Atau malah sebaliknya ya. Saya tidak ingat betul. Yang jelas, belajar dan bunyi-bunyian selalu menyatu. Dengan begitu, rumus-rumus menjadi seperti lantunan lagu mengalir ke otak. Keesokan harinya kalau ada ulangan, gampil deh.
Tapi lagu apa? Bukan lagu yang tenar. Apalagi yang keren-keren. Seperti yang saya bilang tadi, asal berbunyi. Mulai dari lagu campur sari hingga lagu campur ngebeat. Pokok bisa berbunyi. Tapi, saya lebih tidak suka lagu hau syang hau syang. Lagu sereal drama singkek yang dulu ngehit banget. Sampai-sampai dilirikkan versi dangdut koplo.
Kebiasaan lama saya sebagai pendengar setia radio ternyata belum punah. Masih bertahan hingga sekarang. Kalau disuruh milih radio apa televisi, jelas. Saya milih televisi. Tapi kalau hanya siaran sepak bola, mincing mania, dan aneka yang berbau petualangan. Kalau yang lainnya, ah lewat sama siaran Silvi.
Enaknya gini, kalau dengar radio, banyak lagu tak terduga yang distel. Jadi kalau punya lagu favorit, bisa harap-harap cemas. Diputar, gak. Tapi apapun lagunya, minumnya tetap air putih. Bukan vodka yang dicampur mixmax.
Dan selalu kebablas. Saat saya kesirep, radio menjumpai saya keesokan paginya. Malahan, seperti ibu-ibu yang dulu tergila-gila sama tayangan telenovela yang kini beralih drama korea, saya punya jam-jam spesial.
Kalau pagi betul, kiss bisa menyajikan lagu-lagu penyemangat. Baik yang indo maupun manca. Kalau di prosalina, ada gober yang menurut saya gak jelas tapi asik. Baru jam sembilan jamnya ajeb-ajeb. Kalau yang suka ngemix, bisa gabung sama prosalina. Ini Cuma sejam. Cukuplah buat keringat mengalir. Siang-siang enaknya menikmati sajian campur sari. Ada pula osing mania. Bisa di putar kiss atau mutiara. Biasannya jam satuan.
Kalau setelah itu, hingga menjelang magrib, banyak lagu religi. Ini yang tak seberapa saya suka. Tapi kiss menyajikan irama beda. Coba saja. Ajeb-ajeb malah. Nah, kalau malam tiba yang enak diatas jam sepuluhan. Kalau diprosalina denga  simponi malamnya. Khusus untuk lagu-lagu indo. Bagi yang hobi sama lagu manca, mending gabung sama kiss aja.
Oia, ini beberapa lagu yang menempati trap teratas liga katulistiwa ala gue. Maksudnya yang sering saya dengar sih. Lagu-lagu Lolita. Yang remix, egepe, tmt, dan jangan gila dong. Lalu Nidji, laskar pelanginya. Kalau lagu campus sarian, masih leyeh-leyehnya Souljah. Nah kalau lagu manca baru sedikit yang saya kenal. Maklum orang desa. Jason Mras dengan I’m yours. Linkin Park dengan Numb, dan maroon 5 This Love. Sebenarnya ada lagi sih dari Avril Levigne, tapi saya lupa judulnya.
Ya, kalau tulisannya kaya gini, gak bakal dicekal. Tapi apa serunya?

0 komen:

Post a Comment

 
Copyright 2009 Nulisae ning kene
BloggerTheme by BloggerThemes | Design by 9thsphere