Melompat Batas


Lagi-lagi saya bingung. Apa memang harus orang yang tua dan berpengalamanlah yang bisa melahirkan suatu yang bagus dan berbeda. Dari sekian yang saya ketahui dan pahami, nyatanya memang demikian adanya. Jujur, saya akui, memang pikiran saya saat ini belum sampai pada yang mereka karyakan. Bahkan isi otak para sejawat saya pun demikian. Lalu bagaimana cara untuk melampaui batas yang tak kentara namun nyata adanya ini?
Ini bulan saatnya mengajukan pertanyaan atau tambah memperkeruh pikiran. Tapi coba untuk melompati batasan tak tampak itu. Mungkinkah? Atau beranikah?
Sedikit menggantungkan angan untuk menebak arah gerak laju waktu. Mampukah? Silahkan dicoba dulu. Karena, sudah tahu jalan membentang luas pun jikalau kaki tak dilangkahkan, maka setitik cita tak kan pernah tergapai.
Namun persetan dengan itu semua. Betapa indah ketika mata menatap ikan yang sedang berenang sambil bersenda gurau sesama jenisnya. Membuat angan berhenti. Memantulkan fatamorgana keindahan yang dalam menggoda.
Lalu apa mungkin seorang yang namanya menghiasi rute sejarah, kala mudanya dihabiskan demikian? Tak ada jawaban pasti yang bisa menerangkannya. Namun begitu banyak yang bilang,”semakin kita keras pada dirikita, kehidupan akan semakin melembek pada kita”. Ah, itu hanya buaian belaka. Manis diucap namun tidak gampang dilakukan.
Sama kalanya mudah kita menatap bulan, namun sulit untuk menyentuhnya.
Nah itu kuncinya. Jika saya ingin melampaui keterbatasan yang tak hingga. Angan. Kita punya angan yang bisa membaca arah gerak waktu. Kita juga bisa meletakkannya sebagai tangga menanjak untuk menggapai bulan. Bukan begitu?
Kini saya tahu apa yang saya pikirkan. Orang yang tahu di tahunya adalah saya.
 

0 komen:

Post a Comment

 
Copyright 2009 Nulisae ning kene
BloggerTheme by BloggerThemes | Design by 9thsphere